MAN 1 Mamuju Gelar Upacara Bendera :”Tingkatkan Kedisiplinan dan Wujudkan Madrasah Adiwiyata”

Mamuju (13/04/2026) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Mamuju kembali melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin pagi di lapangan utama madrasah. Upacara yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, serta staf tata usaha.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kesiswaan, Ramli, S.Pd.I. Dalam amanatnya, beliau menekankan beberapa poin krusial terkait pengembangan karakter siswa dan program strategis madrasah ke depan.

Salah satu poin utama yang disampaikan adalah mengenai pengucapan Ikrar Pelajar. Ramli menegaskan bahwa mulai saat ini, teks dan tata cara pengucapan harus merujuk pada regulasi terbaru.

“Pengucapan Ikrar Pelajar dalam setiap upacara harus dilakukan dengan khidmat dan sesuai dengan Surat Edaran Mendikdasmen No. 4 Perubahan 09 Tahun 2026. Hal ini penting agar semangat nasionalisme yang kita ucapkan selaras dengan arahan pusat,” tegasnya.

Selain masalah administratif upacara, Pembina Upacara juga menyoroti pentingnya peningkatan kedisiplinan siswa di segala lini. Hal ini berkaitan erat dengan ambisi besar MAN 1 Mamuju yang saat ini sedang berproses menuju Madrasah Adiwiyata.

“Kita sedang berikhtiar menjadi Madrasah Adiwiyata. Oleh karena itu, kesadaran terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan bukan lagi sekadar imbauan, melainkan kewajiban kita bersama. Disiplin diri dimulai dari cara kita menjaga lingkungan sekitar,” tambah Ramli.

Di tengah amanatnya, Ramli memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh ekstrakurikuler (ekskul) yang aktif mengharumkan nama madrasah. Secara khusus, beliau memberikan pujian kepada Ekskul Marawis dan Tari yang sukses memukau tamu undangan pada acara Halal bi Halal dan Reuni Akbar MAN 1 Mamuju 2026 beberapa waktu lalu.

Penampilan tersebut dinilai sebagai bukti nyata bahwa siswa MAN 1 Mamuju memiliki bakat luar biasa yang harus terus diasah dan didukung.

Menutup rangkaian amanatnya, Wakamad Kesiswaan memberikan pesan motivasi yang menyentuh hati para peserta upacara. Beliau mengajak seluruh warga madrasah untuk menjalani proses pendidikan dengan penuh rasa syukur.

Jangan mengeluh. Setiap tantangan yang kita hadapi, baik dalam belajar maupun dalam berorganisasi, adalah bagian dari proses pendewasaan. Kerjakan tugas dengan ikhlas dan teruslah berprogres.”

Upacara kemudian ditutup dengan doa bersama dan pembubaran barisan yang berlangsung dengan tertib.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *