Resmi Dibuka Kakanwil, MAN 1 Mamuju Siap Unjuk Gigi Kirim 8 Siswa di OMI Sulbar 2026

MAMUJU – Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026 resmi dibuka pada Ahad, 4 Oktober 2026. Acara pembukaan yang berlangsung khidmat dan semarak ini dipusatkan di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Barat dan dihadiri oleh para kontingen serta peserta perwakilan dari seluruh kabupaten se-Sulawesi Barat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Sulawesi Barat Dr. H. Adnan Nota, M.A membuka kegiatan OMI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026.

Dalam laporannya, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulawesi Barat, Dr. H. Syamsul, M.Pd., menyampaikan bahwa antusiasme pelaksanaan OMI tahun ini mengalami lonjakan yang sangat signifikan.

“Partisipasi peserta tahun ini meningkat hingga 30 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan total jumlah peserta mencapai sekitar 2.000 siswa. Menariknya, ajang ini tidak hanya diikuti oleh siswa dari madrasah, tetapi juga melibatkan siswa dari sekolah umum, baik negeri maupun swasta,” ungkap Dr. H. Syamsul.

Beliau menjelaskan terdapat 11 mata pelajaran yang dilombakan pada OMI 2026. Selain itu, kompetisi ini terbagi ke dalam dua kategori utama, yakni Lomba Sains dan Lomba Riset. Pada kesempatan tersebut, Kabid Madrasah juga mengapresiasi raihan prestasi dari MTsN 1 Majene yang berhasil menembus posisi 30 besar di tingkat nasional. Salah satu kontingen sekolah yang turut memeriahkan ajang ini adalah MAN 1 Mamuju yang mengutus sebanyak 8 siswa-siswi terbaiknya.

Pesan Tegas Kakanwil: Madrasah Harus Berdaya Saing dan Jangan Jadi Tamu di Rumah Sendiri

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Dr. H. Adnan Nota, memberikan arahan mendalam saat membuka kegiatan secara resmi. Beliau menekankan pentingnya pembinaan bakat secara berkelanjutan dan perubahan pola pikir para pengambil kebijakan di lingkungan pendidikan.

Kontingen Kab. Mamuju pada kegiatan pembukaan OMI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat tahun 2026

“Talenta anak-anak kita tidak boleh berhenti hanya pada selembar piagam, tetapi harus didukung dengan uang pembinaan. Menang satu kali itu biasa, tetapi yang hebat adalah ketika mampu menang berkali-kali,” tegas Kakanwil.

Dr. H. Adnan Nota mengingatkan para pengelola pendidikan agar tidak terjebak dalam pola kerja yang monoton atau menjadikan ajang OMI sekadar rutinitas dan formalitas belaka.

“Agama ini membutuhkan orang-orang hebat yang tidak hanya menguasai bidang keagamaan, tetapi juga unggul dalam bidang sains dan teknologi. Hadirnya sekolah-sekolah umum dalam kegiatan seperti OMI adalah hal yang tidak bisa dihindari. Di sinilah momen bagi kita untuk membuktikan bahwa madrasah mampu bersaing secara terbuka,” lanjutnya.

Beliau memberikan peringatan keras agar insan madrasah terus meningkatkan kualitas dan mempertahankan ciri khasnya agar tidak tergeser oleh sekolah lain.

“Jangan sampai tahun depan kompetisi ini justru didominasi oleh sekolah-sekolah umum. Jangan jadi tamu di rumahmu sendiri. Jika ciri khas madrasah ini tidak dijaga dan diperhatikan dengan baik, hal tersebut sangat mungkin terjadi,” ujarnya memberi peringatan.

Mengakhiri arahannya, Kakanwil meyakinkan seluruh peserta dan pendamping bahwa usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil dan proses pembelajaran harus dilakukan secara konsisten dan berulang-ulang. Beliau menekankan dua kata kunci utama dalam menjalani kehidupan dan meraih kejayaan:

  1. Man Jadda Wajada (Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil).

  2. Innallaha laa yughayyiru maa biqaumin hatta yughayyiru maa bianfusihim (Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri).

Melalui pembukaan OMI 2026 ini, diharapkan lahir generasi muda Sulawesi Barat yang cerdas, berkarakter, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *